Menuju Tanah Leluhur China – versi Obi

Post ini adalah anti-klimaks dari post Tragedi Manila gue. Ini adalah versi yang lebih indah. Kalau mau baca versi yang super dramatis dan mengharukan, teman seperjalanan gue Sali dan Bania sudah menuliskan pengalaman mereka.

 

Draft post ini gue tulis sambil ‘ngedeprok’ di lantai Guangzhou South Station, 6 Juli 2016.

Dengan segala kenekatan sesaat, bulan Mei lalu gue memutuskan untuk nimbrung perjalanannya Bania dan Salmon ke Guangzhou lebaran ini. Tapi karena kantor gue gak cuti bersama dari hari senen kayak mereka, Jadilah planningnya adalah Sali Bania hari Sabtu (3 Juli) tiba di Guangzhou, lalu langsung naik kereta ke Zhangjiajie, dan hari Rabu naik kereta lagi ke Guilin. Gue tiba di Guangzhou hari Rabu (6 Juli) lalu langsung naik kereta ke Guilin. Kami akan reunian di Guilin Rabu sore cita-citanya.

Jujur travelling kali ini bikin gue parno dari sebelum berangkat. Semua orang yang pernah ke China selalu bilang ke gue, “Ati-ati ya bi disana…”. Ditambah lagi gue nyampe sendirian di sana, di negara yang tidak fasih berbahasa Inggris

Puncak keparnoan gue adalah saat Sali WA gue di hari Sabtu sore:

blog1

DIE DIE DIE

Ternyata, stasiun kereta di Guangzhou ini gede banget dan banyak banget orangnya. Ditambah lagi papan penunjuk untuk nuker or beli tiket gak ada keterangan jelas dalam bahasa Inggris. Jadilah mereka nyasar dan mulailah disaster buat mereka (versi Sali dan versi Bania).

Setelah mereka berdua telat, gue makin parno. Soalnya, stasiun kereta Sali Bania (Guangzhou Railway Station) itu bahkan lebih deket dari stasiun gue (Guangzhou South Railway Station) dan mereka telat. Dengan waktu arrival pesawat kami yang sama persis (jam 10 pagi), gue pun bisa mendapat kesempatan untuk telat naik kereta juga dong. Akhirnya, hari itu juga gue tuker tiket gue yang tadinya jam 13.06 ke 14.36 demi ketenangan jiwa gue.

Gue berangkat naik Tiger dari Jakarta tanggal 2 Juli malem. Setelah camping 7 jam di Changi, Rabu pagi gue naik pesawat menuju Guangzhou. Begitu gue mendarat dan melewati imigrasi, gue setengah lari-lari jalan dari arrival Guangzhou airport ke metro station buat ngejar kereta ke Guangzhou South Railways Station. Kalo kata blog, makan waktu 1 jam naik metro, tapi kata google makan waktu 1 jam 37 menit (23 stasiun bok). Demi menyingkat waktu, gue bahkan sempet nuker receh dikit di bandara Soekarno Hatta supaya gue tinggal beli tiket subway di mesin, bukan di loket. Sepanjang di subway gue kayak ngecek jam 10 menit sekali plus ngeliatin peta subway tiap saat.

Gue nyampe jam 12 kurang di Guangzhou South Railway Station dan setengah lari (lagi) buat nyari loket buat nuker tiket yg gue beli online ke tiket fisik, karena kalo kata web dan Sali, gak semua loket bisa buat nuker tiket online. (BTW, semua tiket kereta China yang beli online tetep harus dituker ke tiket fisik di stasiun kereta dengan gratis, cuma kalau stasiun keberangkatan sama stasiun tempat tuker tiketnya beda, bakal kena charge 5 RMB). Gue keluar di pintu C dan langsung ketemu ticket office 3. Di dalam ticket office 3 ada banyak banget loket yang semua keterangan dalam bahasa Mandarin. Banyaknya tuh kayak banyak banget, sampe no. 96 loketnya. Gue celingak celinguk sampe ketemulah gue seorang bule lg ngantri di loket 95. Asumsi gue adalah dia pasti beli tiket onlne juga kayak gue, akhirnya gue ngantri di belakang dia dan nanya juga biar gue yakin.

“Excuse me, is this the correct line to pick up online ticket?”

“I’m not sure also, but you can ask at the counter there.”

Signboard di Stasiun Guangzhou (cr to Sali, karena gue tak sempat foto signboard di stasiun)

Signboard di Stasiun Guangzhou, takada boso enggress  (cr to Sali, karena gue tak sempat foto signboard di stasiun)

 

Gak meyakinkan. Akhirnya gue nanya ke cewek China di belakang gue, dengan modal screen capture tulisan yg isinya “Online Booking Ticket Pickup Counter- 互联网取票专区”

“Excuse me, is this the correct line to pick up online ticket?” (sambil nunjuk-nunjuk HP)

“Yes, you are in the correct line. I also want to pick up my ticket.”

DALAM BAHASA INGGRIS YANG SEMPURNA.

HALELUYA PUJI TUHAN BAHASA INGGRISNYA SUPER LANCAR. Rasanya kayak ngeliat malaikat diantara sejuta orang di stasiun saat itu (lebay gue tau, tapi coba kalo lu diantara literally ribuan orang berbahasa yang lu gak ngerti sedikitpun dan tiba-tiba ada yang ngajak lu ngomong Inggris itu rasanya kayak gue pas kuliah tahun pertama dan dikasih textbook dalam bahasa Inggris; bersyukur tiada henti).

Setelah kayak 12 jam lebih gak ngobrol sama orang (gue transit di Singapur 7 jam), jadilah gue ngajak ngobrol si cewek itu. Dia aslinya orang Shanghai, ke Guangzhou buat jemput bosnya yang orang Australia supaya bisa naik kereta bareng ke Fuzhou (kalo gak salah denger) buat biztrip. Dia mau beliin tiket buat bosnya, soalnya baru ketinggalan kereta juga.

Sepanjang ngobrol, sering banget ada pengumuman (yang ofkors dalam bahasa Mandarin tanpa diikuti bahasa Inggris). Di salah satu pengumuman itu, tiba-tiba orang-orang dari loket 96 yang sebelah loket gue ngantri gue pada bubar pindah ke barisan gue or barisan sebelahnya lagi. Kata si cewek Shanghai itu:

“You are very lucky queuing at this line. Because the line beside us will be closed in 10 minutes for lunch break.”

Haleluya Puji Tuhan (lagi)!! Karena makin siang itu kondisi orang di ticket office 3 makin gak ke kontrol. Ngantri udah sampe luar dan pergerakan maju barisannya juga gak cepet. Kalo gue disuruh ngantri dari awal sih bhay banget

Akibat loket sebelah ditutup, jadilah banyak orang yg berusaha nyelak ke barisan gue. Begitu di depan gue tinggal 3 orang lagi, tiba-tiba ada cewek yang ngajak gue ngomong sambil nunjuk-nunjuk tiketnya, dibales sama si cewek Shanghai malaikat gue, dan disambung teriakan orang-orang dibelakang. Berdasarkan ke-sotoy-an gue, mungkin artinya kira-kira gini:

Cewek 1 : (dalam Mandarin) Gue udah hampir telat nih, gue boleh gak nyelak lu duluan nuker tiket? (sambil nunjuk-nunjuk tiket)

Gue : (pasang muka bego gak ngerti, nengok ke arah cewek Shanghai).. errr?

Cewek Shanghai : (dalam Mandarin) Yah, gak bisa gitu dong. Kita juga udah lama ngantri. Lu juga harus ngantri dong. Lagian elu bakal diomelin sama orang-orang dibelakang kali kalo nyelak.

(Banyak) Om di belakang : (dalam Mandarin dan teriak) Woy, ngantri keleuss!!

Cewek 1 itu pun nyerah dan pergi ngantri dari belakang.

Prosesi nyelak itu bukan cuma sekali doang. Pas giliran bule di depan gue itu, ada kakek-kakek yang langsung nyelak di depan si bule. Begitu giliran gue di depan loket, ada seorang ibu dari sebelah kanan gue tiba-tiba masukin kartu atm ke lubang tempat ngasih duit (sambil ngoceh sesuatu tentunya). Kalo kata Cewek Shanghai sih undertable money ntah beneran apa gak. Asumsi gue sih biar si ibu bisa beli tiket duluan.

finally tiket ditangan gue

finally tiket di tangan gue

Setelah saying goodbye dengan cewek Shanghai malaikat gue, gue naik ke lantai 2 menuju waiting room. Bok, gue kayak overwhelmed with orang-orang China ini. Banyak banget. Gue bahkan gak dapet kursi duduk yang mengakibatkan gue harus ngemper di lantai.

kebanyakan orang..

kebanyakan orang..

Proses check in naik kereta alhamdulilah lancar-lancar aja. Guangzhou ke Guilin perjalanannya 2 jam 50 menit. Gue langsung tewas di kereta gegara gak tidur semaleman. Tapi kebangun ditengah jalan gegara kayak ada yang makan duren dong di dalem kereta. Seenggaknya gue gak nemu nenek-nenek ngerokok dalam kereta kayak Sali Bania..

pemandangan dari kereta Guangzhou - Guilin

pemandangan dari kereta Guangzhou – Guilin

.

.

.

(bersambung)

Note :

Bagi yang mau ngikutin cara gue nyari loket yang bener di stasiun (screen capture tulisan Mandarin, pas nanya ke orang tinggal tunjuk-tunjuk layar HP). link ini akan sangat berguna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s